Galang Hendra Jajal Super Pocket Bike dengan Mesin Yamaha RX-King

Super Pocketbike Indonesia

Kamis, , 04 Oktober 2018 - 23:20 WIB

Penulis :

Ichsan (ixzancuy@gmail.com)

Fotografer :

Ichsan

Editor :

  • Galang Hendra Jajal Super Pocket Bike dengan Mesin Yamaha RX-King

    Galang Hendra

SENTUL. Revolusi balap motor Indonesia, sepertinya segera dimulai dengan aksi nyata dari dua orang pelaku otomotif, yaitu Deni Wajonk dari Indoclub Championship, dan Endang Armost dari Albader Custom. Lewat Super Pocket Bike, mereka terus melakukan uji coba yang kali ini mengandalkan test rider Galang Hendra di sirkuit Sentul Karting, Bogor (4/10).

“Setelah kemarin kita lakukan tes sasis dari Super Pocket Bike menggunakan mesin Ninja 150 cc 2 Tak, yang test ridernya adalah Reynaldi Pradana, Ahmad Marta, dan Hendra Apriana, hari ini kita lakukan uji coba lagi menggunakan mesin Yamaha RX-King dengan tes rider pembalap terbaik nasional, yaitu Galang Hendra,” ujar Deni Wajonk.

“Seperti dijelaskan sebelumnya, Super Pocket Bike ini diciptakan untuk mengisi ruang kosong penjenjangan bibit pembalap kita. Inspirasinya memang dari motor yang biasa dipakai oleh orang Eropa dalam melakukan pembibitan, dan ini juga merupakan salah satu oleh-oleh dari Galang Hendra saat dia belajar di VR46 Academy. Oleh Karena itu kita mengundang Galang untuk memberikan input agar riset sasis Super Pocket Bike ini bisa nyaman dipakai dengan biaya murah dan bisa menggunakan beragam jenis mesin,” jelas Wajonk.

Saat melakukan tes di sirkuit Sentul Karting, Galang melakukan tes ride hampir melahap sekitar 50 lap lebih yang tiap sesinya terdiri dari 10 lap. Pembalap yang berlaga di ajang Word Supersport (WSSP300) ini pun cukup antusias dan optimis kalau revolusi balap Indonesia dengan berkembangnya Super Pocket Bike ini akan lebih baik, racinglovers.

“Super Pocket Bike ini basicnya sama dengan motor RMU yang saya pakai saat latihan di VR46 Academy, dari dimensinya dan dari tingginya juga sama. Saat saya coba fellingnya memang sama, hanya saja karena ini masih riset, suspensinya masih harus disetting dan dari bannya juga masih harus dipilih ukuran roda yang cocok,” ungkap Galang.

“Untuk penjenjangan, saya inginnya malah Super Pocket Bike ini bisa berkembang. Selain untuk pembalap pemula, pembalap seeded seperti saya ini juga bisa latihan pakai motor ini juga untuk latihan speed, fisik dan endurance. Malah Valentino Rossi latihannya juga masih menggunakan motor seperti ini,” tambahnya.

Nah, tim riset Super Pocket Bike, yaitu Deni Wajonk dan Endang Armost sudah melakukan dua kali tes menggunakan mesin yang berbeda. Mereka pun yakin revolusi balap di Indonesia eranya memang sudah jamannya seperti ini dan berharap bisa diterima oleh masyarakat untuk balap Indonesia yang lebih baik lagi.

“Kalau di Eropa saja pembibit mulai menggunakan motor Super Pocket, dan hasilnya terlihat banyak pembalap Eropa yang jago-jago, saya optimis Indonesia dengan adanya terobosan seperti ini bisa hadir bibit-bibit pembalap yang berkualitas,” pungkas Galang.