Perseteruan Lorenzo dan Marquez Mulai Memanas, Bagaimana Satu Tim di Tahun Depan?

MotoGP 2018

Selasa, , 25 September 2018 - 17:52 WIB

Penulis :

Donny

Fotografer :

Motogp.com

Editor :

  • Perseteruan Lorenzo dan Marquez Mulai Memanas, Bagaimana Satu Tim di Tahun Depan?

    Lorenzo VS Marquez

ARAGON. Start dari pole position ternyata malah berujung sial bagi Jorge Lorenzo yang balapan di negaranya sendiri. Saat melewati tikungan pertama selepas start, Lorenzo mengalami highside dan tidak bisa melanjutkan balapan. Penyebab insiden ini pun dituduhkan pada calon rekan setimnya, Marc Marquez..

Saat memasuki tikungan pertama di sirkuit Aragon, Spanyol, keduanya melebar. Namun, sialnya Lorenzo adalah dia berada di area yang licin. Saat membuka gas, ban belakang slip dan seketika mendapat grip kembali, terjadilah highside. Akibat dari highside ini, Lorenzo mengalami dislokasi ibu jari kaki kanan, racinglovers.

"Dari luar, sepertinya saya masuk terlalu cepat, melebar, terlalu condong ke bagian trek yang kotor dan itu sebabnya saya jatuh. Dari apa yang saya percayai dan apa yang saya alami, saya menggunakan line yang normal untuk masuk tikungan, seperti yang saya lakukan dalam tujuh tahun terakhir di Aragon," jelas Lorenzo.

Menurut Lorenzo, Marquez menyadari posisi Lorenzo yang berada di luar. Untuk itu, Marquez sengaja menutup jalur Lorenzo. Pembalap Ducati ini pun otomatis harus mengelak agar tidak terjadi tabrakan.

"Karena kami sangat lebar dan para pembalap lain sudah datang, jika saya tidak ingin kehilangan lima atau enam posisi, saya harus membuka gas. Jelas saya tidak berharap bagian belakang akan slip seperti ini atau saya tidak akan membuka gas, saya akan mengangkat motor menjadi lurus lagi dan ke luar trek," terang Lorenzo.

"Tapi saya tidak punya opsi lagi, sedangkan di Misano, kecelakaan itu sepenuhnya salah saya, kali ini Marc menghancurkan balapan saya, kaki saya. Dia menghancurkan juga kemungkinan saya harus menang dan mungkin juga di Thailand," sambungnya.

Dokter yang menangani Lorenzo mengatakan dirinya harus beristirahat selama sepuluh hari hingga waktu kontrol berikutnya.

"Saya tidak akan ke Race Direction, karena apa yang membuat saya lebih marah adalah bahwa dari luar semua orang mengira saya jatuh karena saya terlalu berada di bagian lintasan yang kotor dan itu adalah kesalahan saya," ujar Lorenzo.

"Kenyataannya tidak seperti itu dan Marc tahu. Dia tidak memberikan saya ruang, dia melakukan block pass dan saya tidak punya pilihan lain selain crash atau ke luar lintasan," tambahnya.

Sementara dari sisi Marquez, jelas melakukan pembelaan. Marquez mengaku merasa tak bersalah dengan apa yang terjadi pada Lorenzo. Marquez yang menang di Aragon mengaku tidak bermaksud membuat Lorenzo melebar hingga akhirnya crash.

"Saya belum melihat crash-nya dan tidak melihat pitboard yang mengatakan 'Lorenzo out'. Di tikungan pertama, saya masuk sangat cepat dan sliding. Saya melebar, sangat mirip dengan yang terjadi pada Andrea Dovizioso dimana kami bersenggolan, dan saya melebar hingga ke luar trek. Di bagian itulah yang sangat berbahaya," ujar Marquez.

"Jika Anda berada di area trek yang kotor, sangat mudah untuk crash. Ini hanyalah racing incident, tapi jika Anda berada di area ini ketika baru lepas start, Anda harus tenang dan tidak membuka gas terlalu awal," lanjutnya.