Debut Perdana Dheyo Wahyu di Kejurnas Motoprix 2018, Dapat Ilmu dari Mario SA.

Dheyo Wahyu

Rabu, , 16 Mei 2018 - 12:27 WIB

Penulis :

Ichsan (ixzancuy@gmail.com)

Fotografer :

Ichsan

Editor :

  • Debut Perdana Dheyo Wahyu di Kejurnas Motoprix 2018, Dapat Ilmu dari Mario SA.

    Mario SA (kiri) Dheyo Wahyu (tengah) Yoyok Wahyu (kanan)

YOGYAKARTA. Putaran 3 Pirelli Motoprix 2018, Region 2 yang berlangsung di Wonosari, Yogyakarta pekan kemarin (13/5) Merupakan debut perdana bagi Dheyo Wahyu mengikuti ajang Kejurnas road race. Juara nasional motocross tahun 2017 di kelas SE65 cc ini mencoba tantangan di kelas MP5 (Bebek 4T Std) Pemula B, racinglovers.

Meskipun belum mendapat hasil maksimal, ini merupakan pengalaman penting bagi Dheyo Wahyu yang tahun ini mulai merambah balap road race. Bahkan pembalap muda asal Yogyakarta ini mendapat dukungan dari Mario SA, pembalap muda Astra Honda Racing Team (AHRT) yang di ajang balap Asia berhasil mengibarkan bendera merah putih di kelas AP250.

“Tahun ini Dheyo memang mulai coba balap road race. Sebelumnya sudah mengikuti ajang HDC (Honda Dream CUP) dan ini merupakan debut perdananya ikut Kejurnas Motoprix di Wonosari, Jadi hitung-hitung buat menambah jam terbang dia,” ujar Yoyok Wahyu, Ayah Dheyo yang setia menemani putranya di sirkuit.

Menariknya di Motoprix 2018, Wonosari ini Dheyo turun dengan timnya sendiri, yaitu YY Racing yang mengandalkan motor racikan dari mekanik handal, Haris Sakti atau akrab disapa Mletis. Bahkan Mario SA yang juga merupakan teman seangkatannya saat dulu balap motocross, gak sungkan-sungkan berbagi pengalamannya di balap road race kepada Dheyo Wahyu.

“Sama seperti saya saat pertama kali balap road race memang sulit, tapi jam terbang itu memang penting, dan di Kejurnas tantangannya cukup baik. Jadi saya coba berbagi pengalaman kepada Dheyo seperti cara pilih racing line, riding position, pengereman, juga feeling dengan motor jika ada masalah atau kekurangan bisa mudah mengerti untuk disampaikan ke mekanik,” ungkap Mario SA.

Saat ini Dheyo disibukan dengan balap “dua alam”, yaitu balap aspal dan balap garuk tanah. Untuk balap garuk tanah, performa Dheyo sudah gak usah dipungkiri, dan kedepannya untuk mempertajam skil balapnya di lintasan aspal, Sang ayah mengatakan Dheyo akan coba diajak belajar dengan sekolah balap 43 Racing School milik M. Fadly Imanudin di sirkuit Sentul Karting, Bogor.

“Sebelumya Dheyo latihan di sirkuit non permanen di stadion Maguwoharjo, Yogyakarta. Sejak kejadian insiden adanya pembalap yang meninggal dunia di sirkuit non permanen, saya ingin bawa Dheyo latihan balap di sirkuit permanen, mungkin rencananya di sekolah balap M Fadly,” pungkas Yoyok.

Nah, informasi updatenya, pembalap yang dijuluki Strong Boy ini sudah melakukan latihan bersama 43 Racing School di Sentul, racinglovers.