Putranya Podium di Kelas Bebek 150 U12, Bos Cream-Pie Sangat Setuju Ini Kelas Pembibitan

Pirelli Motoprix 2018

Selasa, , 15 Mei 2018 - 14:11 WIB

Penulis :

Ichsan (ixzancuy@gmail.com)

Fotografer :

Istimewa

Editor :

  • Putranya Podium di Kelas Bebek 150 U12, Bos Cream-Pie Sangat Setuju Ini Kelas Pembibitan

YOGYAKARTA. Putaran 3 Pirelli Motoprix 2018, Region 2 yang berlangsung di sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta, pekan kemarin (13/5) dua pembalap Simple Concept Ole Creampie FDR KYT MBKW2 berhasil meraih podium di kelas eksebisi untuk pemula, yaitu bebek 150 cc ECU Standar usia 12 tahun.

Dua pembalap cilik tersebut adalah Veda Egha Pratama dan M Diandra. Menarik dibahas tentunya penampilan M Diandra yang merupakan debut perdananya hijrah dari balap motocross ke road race pada tahun ini, racinglovers.

Diandra merupakan juara umum nasional di kelas SE65 cc Novice pada Kejurnas Motocross 2017 lalu. Didukung penuh oleh sang ayah, yaitu Tris Wahyudi yang juga merupakan juragan knalpot berkualitas terbaik, Cream-Pie Muffler di ajang Kejurnas Motoprix 2018 ini Diandra turun di kelas MP6 dan bebek 150 cc U12.

Meskipun di kelas MP6 belum meraih hasil yang maksimal, itu bisa dimaklumi, karena selain lawannya yang berusia diatasnya, Diandra akhirnya mampu bicara saat balap dengan lawan yang seusianya, yaitu di kelas Bebek 150 cc U12, racinglovers.

“Ya, yang pertama saya senang Diandra bisa podium walaupun belom bisa yang terbaik, tapi yang jelas saya merasa senang karena diadakan kelas balap berusia merata yang tidak beda jauh usianya jadi saling memahami klo usianya bersamaan,” ujar sang ayah Diandra yang akrab disapa Nto-Nto ini.

“Kalau di kelas MP5 dan MP6 itu masih penjajakan bahkan belum bisa menargetkan, karena bisa lolos QTT aja saya sudah senang mas,” tambahnya.

Seperti diketahui kelas eksebis Bebek 150 cc U12 yang menggunakan ECU standar ini baru pertama kali dipelombakan pada Putaran 3 Pirelli Motoprix 2018 di Wonosari. Nto –nto pun berharap di seri selanjutya kelas ini akan ada terus bahkan bisa dijadikan kelas Kejurnas.

“Masih panjang perjalanan para pembalap cilik yang mulai balap di usia dibawah 12 tahun. Dengan adanya kelas U12 ini saya sangat senang dan serutu, karena di tahun ini MP6 dan MP5 di pukul rata usianya.  Jadi kalau anak baru usia di bawah 12 tahun sudah bersukur bisa lolos QTT.  Maka diadakannya kela  usia 12 tahun saya sangat setuju sekali, karena bembibitan saja dari usia 10 tahun,” pungkasnya.