Gery Mang Menantang, Knalpot Proliner Berteriak Lantang, Mekanik Senang, Pembalapnya Menang

Pro Liner

Senin, , 16 April 2018 - 18:30 WIB

Penulis :

Ichsan (ixzancuy@gmail.com)

Fotografer :

Istimewa

Editor :

  • Gery Mang Menantang, Knalpot Proliner Berteriak Lantang, Mekanik Senang, Pembalapnya Menang
  • Gery Mang Menantang, Knalpot Proliner Berteriak Lantang, Mekanik Senang, Pembalapnya Menang

SUBANG. Sebagai sirkuit permanen andalan untuk gelaran kejurnas Pirelli MotoPrix di Jawa Barat, sirkuit Gery Mang selalu memberi tantangan buat mekanik dan pembalap. Dua hal, tenaga bebek balap pantang galak, tapi motor harus tetap melaju kencang, dan salah satu knalpot kuncinya, racinglovers..

Ini jadi tantangan mekanik untuk sesuaikan karakter mesin dan pelepas gas buang. “Karakter nyaris seperti motor standar. Tidak butuh tenaga puncak besar. Torsi tetap besar, tapi tidak boleh liar,” buka Alvin, mekanik tim Yamaha Armada BKMS yang meracik Jupiter MX-King tunggangan R. Fadhil di MP1.

Makanya, Alvin merasa beruntung pakai knalpot Proliner di motor R. Fadhil. “Saya mudah nyetingnya. Peak power Proliner mirip dengan yang lain. Yang unik karakter torsinya, besar tapi tidak liar,” jelas mekanik berkacamata itu.

Fadhil pun menikmati hasilnya. Motor anteng di 10 tikungan putar balik, tapi tetap melaju kencang. Itu mengantarnya start di grid keempat kelas MP1. “Seting knalpot Proliner di sini (sirkuit Gery Mang, red), bikin motor MP1 kayak motor MP3, lebih enak. Santai, tapi di dalam tikungan cepat,” bilang pemakai nomor start 27 itu.

Hanya nasib baik belum berpihak padanya. Persaingan ketat 24 starter di MP1 membuatnya emosi. “Aku nafsu, main geber terus. Akibatnya di lap-lap terakhir ban habis. Padahal motor enak banget,” sesal Fadhil yang harus senang finish ke-6.

Diamini juga oleh Robinson yang dipercaya jadi pawang motor Ini jadi tantangan buat mekanik Ini yang diberi menarik saat gelaran seri 2 Kejurnas MotoPrix Region 2 adalah . “Kami masih pakai knalpot yang dipakai di Purwokerto. Buat setingan Gery Mang, saya cuma mundurin waktu pengapian dan bikin basah perbandingan AFR-nya,” jelas mekanik tim Racetech yang menukangi motor Ilham Eisah.

Ilham sebenarnya berpeluang juara. Ia start dari posisi ke-5 di kelas MP5. Tapi, senggolan keras di tikungan pertama selepas start membuatnya tercecer. “Saya terbantu dengan seting motor lembut. Jadi bisa ngejar lagi. Hasil ini yang maksimal,” aku Ilham yang harus puas finish ke-7.

Toh keampuhan knalpot Proliner dinikmati oleh Syamsul ‘Pipin’ Arifin yang mengusung bendera tim Yamaha Oryza Ternate. Teriakan lantang Proliner mengantar Jupiter MX tunggangan Pipin memenangi podium kedua MP2.

“Aku sih seneng banget pakai knalpot Proliner. Kita bisa dibuatkan khusus sesuai karakter mesin. Hasilnya, main di sirkuit yang berbeda-beda karakternya, nggak sulit nyetingnya,” senang Bima Aditya, yang menukangi motor Syamsul Arifin.