Rider MotoGP Puas Pakai KYT, Lanjut Riset Bersama Helm Versi Terbaru

PT. TaraKusuma Indah

Jumat, , 23 Februari 2018 - 11:35 WIB

Penulis :

Ichsan (ixzancuy@gmail.com)

Fotografer :

Istimewa

Editor :

  • Rider MotoGP Puas Pakai KYT, Lanjut Riset Bersama Helm Versi Terbaru

    Aleix Espargaro

JAKARTA. Produsen helm KYT, PT Tarakusuma Indah tak menyia-nyiakan momen sesi tes resmi pra musim (winter test) MotoGP beberapa waktu lalu di Buriram, Thailand dengan baik, racinglovers. Mereka pun coba menanyakan kepada rider MotoGP yang menggunakan helm KYT, yaitu Aleix Espargaro dan Xavier Simeon soal performa helm buatan asli Indonesia ini.

"Kami mengajak keduanya untuk makan malam bersama dan menceritakan pengalaman mereka menggunakan helm ini. Mengingat keduanya adalah pembalap yang akan bertarung di kelas tertinggi balap motor prototipe dunia itu. Mengingat kami adalah produsen helm yang juga menyiapkan technical service untuk para pembalap yang menggunakan helm kami di ajang balap dunia itu. Bukan hanya pasang logo. Jadi dengan mengobrol santai seperti ini, mereka bisa menceritakan pengalaman apa saja tentang helm yang mereka gunakan. Termasuk pengalamannya soal jadi brand ambassador kami di MotoGP," ujar Henry Tedjakusuma, Direktur PT Tarakusuma Indah.

Menurut Aliex juga Simeon, keduanya merasa sangat puas, racinglovers. Bahkan tak pernah mengeluhkan adanya masalah di komponen pelindung kepala produksi Indonesia itu.

"Jujur saja, saya tidak pernah mengalami isu krusial dalam menggunakan helm ini. Padahal tipe yang saya gunakan (NF-R) modelnya sama dengan versi produksi massal dan dijual umum. Karena cukup nyaman menggunakannya ini, maka tak ada alasan untuk mengganti dengan yang lain," ujar Simeon yang menggunakan KYT sejak 2014 lalu.

Bahkan dia mengaku meski menggunakan model yang sama dengan versi produksi massal, ia tetap merasa percaya diri. Pembalap pertama asal Belgia yang masuk ke kelas MotoGP itu, mengaku tak pernah meminta secara khusus untuk model helm.

"Hanya ada beberapa penyesuaian saja di bagian padding (busa bagian dalam helm) agar tetap nyaman digunakan dalam segala kondisi. Secara umum, saya merasa sangat senang menggunakan pelindung kepala ini sejak awal,” tambahnya.

Dampak positif dari tingkat kenyamanan yang dirasakan saat menggunakan helm ini, pembalap yang pernah bergabung dengan tim Federal Oil Gresini Moto2 Team itu, mengaku hanya butuh lima pcs helm saja dalam semusim jika tak pernah mengalami benturan saat balapan atau sesi latihan. Ia hanya melakukan penggantian bagian dalam seperti padding jika sudah dirasakan tak nyaman atau sudah sedikit bau apek.

Tak berbeda jauh dengan Simeon, pembalap tim Aprilia Gresini Racing, Aleix Espargaro juga menganggap bahwa helm yang ia gunakan sekarang punya keunggulan soal kedap suara. Namun sistem sirkulasi udara adalah bagian yang ia garis bawahi bekerja dengan sangat baik. Sehingga ia pun bisa fokus balapan dan mencapai target terbaiknya.

"Sistem sirkulasi udara di dalam helm ketika digunakan, adalah hal yang paling penting. Ini untuk memberikan perasaan nyaman, kepala tidak terasa panas agar kita tetap bisa berkonsentrasi saat balapan. Semua komponen bekerja dengan baik, bahkan saat kondisi hujan pun, teknologi antifog di visor memberikan perlindungan terbaik agar penglihatan sempurna," ungkap Espargaro.

Untuk penggunaan helm dalam semusim, pembalap asal Spanyol ini menegaskan hanya butuh 6-9 helm. Memang agak lebih boros dari Simeon, namun ia merasa bahwa itu sudah seharusnya ia lakukan. "Jadi tergantung kondisi balapan itu sendiri. Apakah sering hujan kalau ada momentum terjatuh dan membuat helm jadi cacat, ya harus saya ganti. Tapi normalnya saya butuh sekitar 6-9 helm dalam semusim jika tak mengalami insiden terjatuh,” imbuhnya.

Selain menegaskan tentang kenyamanan mereka menggunakan helm tersebut, tersirat kabar tentang riset yang dilakukan helm KYT bersama rider MotoGP untuk meluncurkan versi terbarunya. Kemungkinan besar ini dilakukan untuk membuat performa pelindung kepala itu lebih sesuai dengan standarisasi untuk pembalap level dunia.

Apalagi tahun depan akan ada homologasi yang lebih ketat semua perlengkapan yang digunakan para pembalap di ajang balap MotoGP. Jika tak memenuhi tingkat kenyamanan atau standarisasi FIM, maka komponen tersebut tak bisa digunakan oleh para pembalap.

Uniknya, Espargaro dikatakan menjadi pembalap yang terlibat dalam proses riset secara teknis ini. Sayangnya, ia bungkam terhadap semua isu tersebut. "Kalau itu tanyakan sendiri kepada Henry sebagai pihak KYT," kata Aleix.

"Kami belum bisa berbicara banyak soal itu. tapi tunggu saja waktunya. Nanti akan kami gelar sesi jumpa pers khusus jika semua hal sudah kami finalisasi," pungkas Henry.