Polemik Start Permission, Ini Jawaban Sekjen PP IMI

Ikatan Motor Indonesia (IMI)

Rabu, , 07 Februari 2018 - 19:15 WIB

Penulis :

Ichsan (ixzancuy@gmail.com)

Fotografer :

dok.Ma/istimewa

Editor :

  • Polemik Start Permission, Ini Jawaban Sekjen PP IMI

JAKARTA. Saat ini sedang ramai di kalangan pelaku balap tanah air perihal peraturan baru dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang mewajibkan membayar start permission sebesar Rp.1 juta rupiah, bagi yang akan membela negara untuk balap di luar negeri,racinglovers.

Jeffry JP, selaku Sekjen PP IMI mengatakan start permission tersebut sudah diputuskan sejak Rakernas IMI beberapa waktu lalu. Biaya yang dibayarkan oleh pembalap untuk start permission ini sama besarnya untuk sekali event balap internasional (full series) atau pun sekali event (wild card).

“Jadi untuk yang mengikuti full series dengan dia teregistrasi di kejuaraan tersebut dia bayar Rp. 1 juta, begitu juga dengan yang ikut secara individual per-event saja itu juga sama,” buka pak Sekjen.

“Ini sudah diputuskan saat rakernas IMI lalu, maksud dan tujuannya nanti kita kembalikan juga ke mereka lewat apresiasi dalam bentuk awarding di IMI Award dengan kategori international achievements,” tambahnya.

“Memang tahun lalu pembuatan start permission itu gratis. Jadi kita juga mengharapkan pengertian dari semua ATPM atau sponsor agar juga bisa memberikan kontribusi yang membantu IMI juga secara tidak langsung, dan ini juga sudah diberlakukan oleh beberapa negara lainnya,” jelasnya.

“Mereka (atlet balap) yang melakukan penjenjangan karir di internasional ada legalitas yang dibutuhkan dari IMI, Nah IMI di satu sisi mempunyai potensi tersebut, secara organisasi kita ini devisit, jadi semuanya juga saling membutuhkan,” imbuhnya.

Terakhir menurut Jeffry JP selama membahas perihal start permission tersebut juga ada beberapa Pengprov yang coba memperjuangkan agar tetap gratis.

“Semua yang hadir ada 34 provinsi, dan ada beberapa yang memperjuangkan dan tidak memberikan pendapat apa pun, akhirnya dibawa-lah menjadi keputusan di komisi B,” tutup Jeffry.

Memang selalu ada pro dan kontra disetiap peraturan baru, racinglovers. Mungkin bagi pembalap dengan dukungan penuh ATPM dan sponsor besar gak jadi soal. Tapi bagi pembalap privateer harus keluar biaya sendiri tentu keberatan.

Salah satu contoh Delvintor Alfarizi, crosser muda berbakat yang  akan mengikuti beberapa seri kejuaraan motocross di Eropa tahun ini sudah tentu diharuskan membayar start permission sesuai kejuaraan yang dia ikuti, racinglovers.